Tampilkan postingan dengan label Unsolved Mysteries. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unsolved Mysteries. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Januari 2009

Napak Bumi 'Saat Ini'

Rasa penasaran untuk membantu para Kosmologis dunia memecahkan Unsolved Mysteri telah membawaku mengawang-ngawang jauh ke atas, jauh ke masa lalu dan jauh ke masa depan.
Namun kusadar bahwa aku tidak berada di langit, bukan di masa lalu dan belum tiba di masa datang. Aku ada di dimensi waktu dan ruang “Saat Ini”. Dan saat ini aku berperan sebagai anak, suami, bapak, karyawan, tetangga dan hamba Allah

Dengan modal Teori QRK aku tidak akan menjadikan apapun yang ada di Alam Semesta sebagai Tuhan. Tuhanku dan Tuhan seluruh makhluk di Alam Semesta ini, ada di luar Alam Semesta dan ‘bersemayam’ di Lapisan Ard.

Dengan modal Teori QRK aku akan menjalani hidup sebagai sebuah permainan/game, dengan tantangan bagaimana menyerap sebanyak mungkin ilham “YA”, dan mengimplementasikan dalam buah pikiran, sikap dan tindakan.

Karena dimensi waktu mutlak terus berjalan, maka sudah tidak pada tempatnya aku menyia-nyiakan waktu.


103:1. Demi masa.

103:2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

103:3. kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh
dan saling nasihat menasihati dengan kebenaran
dan saling nasihat menasihati dengan kesabaran.


.

Ritual Akhir Tahun

Aku merampungkan Teori QRK karena mengambil cuti di akhir tahun baru. Untuk tahun ini, tahun baru Hijriah hampir bersamaan waktunya dengan tahun baru Masehi. Ada banyak cara merayakan tahun baru, baik yang merayakan 1 suro hingga kembang api.

Untuk umat muslim menyambut tahun baru dilakukan dengan ritual akhir tahun, ritual di bulan terakhir sebelum tutup tahun (bulan Zulhijah). Dari nama bulan tersebut kita tahu ritual akhir tahun yang dimaksud adalah pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Dengan pemahaman alam semesta menggunakan Teori QRK, aku coba memahami ritual akhir tahun ini.

Yang termasuk ritual umrah adalah;
Mulai dari sudut Hajar Aswad
Berlari kecil dan berjalan mengelilingi batu hitam (hajar aswad)
Melambai dan mencium hajar aswad
Shalat di makam Ibrahim
Meminum air zam-zam, dan
Sa’i dari bukit Safa ke bukit Marwah

Ini adalah peragaan tentang dinamika alam semesta yang terdiri dari dua makhluk. Yang pertama adalah Benda Mati dan yang kedua adalah Makhluk Hidup.

Dinamika Benda Mati berawal dari Biang Bang dan terlontar keluar (diperagakan dengan memulai dari Hajar Aswad atau dari sudut Hajar Aswad). Selanjutnya Benda Mati bergerak pasif sesuai gaya-gaya yang mempengaruhi, terutama gaya tarik dan gaya tolak. Dengan demikian pola dinamika Benda Mati adalah mengelilingi pusat gaya (diperagakan dengan berputar mengelilingi Hajar Aswad/Kabah)

Selanjutnya gaya-gaya akan melemah (diperagakan dengan; setelah berlari kecil lalu berjalan mengelilingi Hajar Aswad/Kabah). Lalu benda mati akan tersedot oleh gaya hisap Blackhole (diperagakan dengan mencium Hajar Aswad). Benda yang jauh nantinya juga akan tersedot Blackhole (diperagakan dengan melambai ke Hajar Aswad)

Dinamika Makhluk Hidup berawal dari penciptaannya yang melibatkan peran dominan dari Air (diperagakan dengan minum Air zam-zam). Selanjutnya Makhluk Hidup akan menjalani kehidupannya dengan pilihan-pilihan, pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusannya (diperagakan dengan reka ulang lari bulak balik antara dua bukit untuk mendapatkan air minum)

Selanjutnya baik Benda Hidup maupun Benda Mati harus tunduk kepada aturan semesta (diperagakan dengan shalat di makam Ibrahim)


Yang termasuk ritual ibadah haji adalah;
Bermalam di Mina
Menuju Arafah setelah subuh, berhenti sejenak menunggu matahari terbit
Menunggu di Namirah sebelum masuk padang Arafah
berwukuf di Arafah mulai tengah hari hingga matahari terbenam
bermalam di Muzdalifah
wukuf di Masyaril Haram
melontar jumrah aqaba
memotong hewan qurban
bercukur
ritual yang sama dengan umrah
melempar jumrah hingga tiga hari
thawaf wada (tawaf perpisahan)

Ini adalah peragaan perjalanan hidup Manusia (Ruh/Jiwa Manusia). Pada awalnya Ruh diciptakan di Alam Ruh yang gelap dan ‘tidak sadar’(diperagakan dengan tidur malam di Mina).

Selanjutnya hidup didalam kandungan (diperagakan dengan bergerak setelah shalat subuh), lahir ke dunia (diperagakan denganmenunggu matahari terbit, baru mulai jalan lagi), dan mengalami masa kanak-kanak sebelum dewasa (diperagakan dengan menunggu di Namirah).

Lalu manusia masuk ke usia dewasa dimana dimulailah perjalanan dalam hidupnya dengan tantangan (permainan) yaitu menyerap ilham “YA” sebanyak mungkin (diperagakan dengan wukuf banyak mengingat dan berdoa kepada Allah di Padang Arafah) selama masa dewasa (diperagakan dengan waktu mulai dari tengah hari hingga matahari terbenam). Setelah itu Manusia mati dan Ruh berada di Alam Kubur yang gelap dan ‘tidak sadar’ (diperagakan dengan tidur di Muzdalifah).

Selanjutnya Manusia dihidupkan kembali di Padang Masyhar dan akan melihat dan dihitung Pahala dan Dosa nya (diperagakan dengan wukuf di Masyaril Haram). Selanjutnya Manusia akan dimasukkan ke Surga atau ke Neraka sesuai dengan amalnya selama hidup di dunia.

Amalan yang dipertimbangkan adalah:
(1) seberapa kuat Manusia menolak ilham “TIDAK” atau setan (diperagakan dengan melontar jumrah Aqaba);
(2) Seberapa kuat dorongan Manusia untuk membelanjakan hartanya untuk kepentingan bersama (diperagakan dengan memotong hewan qurban);
(3) seberapa kuat usaha Manusia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya (diperagakan dengan bercukur)
(4) seberapa kuat usaha Manusia untuk tetap tunduk patuh pada sunatullah atas alam semesta dan atas fitrahnya (diperagakan dengan tawaf, mencium hajr aswad, minum air zam-zam, sa’i safa-marwah)

Selanjutnya, meskipun ada yang sempat mencicipi Neraka, Manusia akan hidup di Surga dimana tidak ada ilham “TIDAK” di surga dalam waktu yang lama (diperagakan dengan melempar jumrah selama tiga hari)

Setelah kehidupan Surga, akhirnya Manusia harus berpisah dengan kehidupannya, dan kembali kepada Allah (diperagakan dengan tawaf wadha atau tawaf perpisahan)

Yang tidak sempat ikut ibadah haji (peragaan perjalanan hidup manusia) di Mekah, bisa ikut serta melalui perayaan Idul Adha dengan puasa, takbir, shalat ied di lapangan dan berkurban di tempat masing-masing.



.

Jawaban Unsolved Mysteries

Alhamdulillah, akhirnya tuntas sudah Teori QRK. Memang belum sempurna dan nanti bisa muncul pemikiranpemikiran baru. Bagaimanapun, mudah-mudahan dengan Teori ini, pertanyaan-pertanyaan dalam Unsolved Mysteri (http://www.pbs.org/wnet/hawking/mysteries/html/myst.html) bisa mendapatkan gambaran jawabannya.

1. Where Does Matter Come From ?
Di awal pembentukan alam semesta (big bang) jumlah materi dan anti-materi adalah sama. Namun mengapa saat ini semesta galaksi ini hanya terdiri dari materi (anti materi sangat-sangat sedikit ditemukan) ?
Dari Teori QRK terlihat bahwa Anti Materi terlontar menjadi Langit

2. Is Time Travel Possible ?
Penemuan blackhole memunculkan solusi-solusi wormhole dan superstring, yang secara teori memungkinkan adanya perjalanan lintas waktu. Mungkinkah diciptakan mesin waktu di dunia ini ?
Teori QRK memunculkan adanya zarah dengan dimensi Waktu dan Ruang berkecepatan tinggi (WRC) dan Waktu dan Ruang berkecepatan lambat (WRL) sehingga ada paralelitas ruang dan waktu. Malaikat dan Jin adalah makhluk ‘terbang’ yang bisa berpindah dari WRC ke WRL. Kalaupun ada mesin waktu, maka hanya bisa mempercepat atau pindah ke masa depan dan ‘terjebak’ di masa depan tanpa bisa kembali ke masa kini lagi.

3. Where Is the Missing Matter ?
Penemuan riak (ripple) pada struktur microwave background radiation menunjukkan bahwa semesta galaksi ini mempunyai massa yang jauh lebih besar dari yang terlihat. Kemana hilangnya massa yang besar ini ?.
Teori QRK menyatakan bahwa Universe yang saat ini berhasil diteropong (berusia kira2 13 milyar tahun) hanyalah salah satu Gelembung Big Bang diantara trilyunan atau lebih Gelembung Big Bang lain. Sebagian massa Gelembung Big Bang terbuang ke Ard dan ke Langit.

4. An Inhabited Universe ?
Proyek SETI (Search for ExtraTerrestrial Intelligence) belum berhasil mendengar suara kehidupan dari semesta galaksi. Apakah semesta ini tidak berpenghuni ?.
Teori QRK menyatakan bahwa dimana ada Air maka akan ada Rahim Alam untuk penciptaan makhluk-makhluk hidup. Baik yang ‘melata’ maupun yang ‘terbang’ terhadap gaya gravitasi alam semesta. Jadi tinggal cari planet yang ada siklus Air.
Sebenarnya makhluk hidup dari dimensi WRC ada disekitar kita, yaitu malaikat dan jin. Kosmologis perlu terus mengeksplorasi dark matter, white matter dan anti-matter untuk melihat melihat makhluk dimensi lain.

5. An Eternity of Bubbles ?
Untuk menampung big bang dibutuhkan ruang kosong (false vacuum) . Sifat false vacuum ini memungkinkan terjadinya big-bang atau alam semesta lain, sehingga akan banyak alam semesta, dan tidak akan pernah berhenti. Benarkah ?
Menurut Teori QRK ada Gelembung Big Bang lain. Sedangkan untuk Alam Semesta tak ada false vacuum karena berbatasan dengan Zat Allah. Alam semesta kita akan berhenti setelah era Surga dan mengalami Ubah Wujud kembali ke Allah

6. Is There a Theory of Everything ?
Teori Relativitas dan Teori Quantum mempunyai arah yang berbeda. Adakah teori yang bisa menyatukan keduanya ?
Ada WRC dan WRL dalam Teori QRK, sehingga yang menyatukan Teori Relativitas dan Teori Quantum adalah teori Paralelitas dan Jendela (Ruang, Waktu dan Energi).

7. What Is the Future of Cosmology ?
Ada harapan teori bahwa ruang dan waktu bersifat self-organized. Konsekuensinya adalah adanya sistem yang sangat kompleks. Mungkinkah ruang dan waktu self-organized ?
Ya. Menurut Teori QRK ada Lauh Mahfuz yang mengorganisir semua.


.

Selasa, 30 Desember 2008

'Kun fa yakun' Lain

Apa setelah Surga?
Yang jelas drama dan “Kun fa yakun” yang melibatkan kita, sudah selesai.

Mungkin setelah ini Allah akan menciptakan “Kun fa yakun” lain
Mungkin juga di ‘bagian’ lain Zat Allah, Allah berkehendak untuk menciptakan “Kun fa yakun” lain.
Mungkin malah banyak “Kun fa yakun” di Zat Allah Yang Maha Luas ini
Alam semesta kita hanya satu titik debu diantara Alam Semesta lain yang tercipta. Allah Maha Berkehendak dan Maha Kuasa.


.

Lamanya Kehidupan Surga

Berapa lamakah periode kehidupan Surga ?
Yang jelas, waktu evaporasi yang dibutuhkan untuk menghabiskan sebuah blackhole yang massanya setara dengan massa matahari kita, membutuhkan waktu 10 pangkat 67 tahun (ada 67 angka nol berjejer di belakang angka 1)

Saat ini ada blackhole yang berasal dari salah satu bintang yang sudah mati di Galaksi kita (Galaksi Melky Way), lokasinya sekitar 3 tahun dari Afitarius A*. Blackhole ini mempunyai massa sekitar 1300 massa matahari.

Lalu di pusat Galaksi kita ada Blackhole dengan massa lebih dari 2 milyar massa matahari.


Lalu para astronom telah melihat Blackhole di Konstalasi Ursa Major yang berjarak 12.7 milyar tahun, dengan massa sekitar 10 milyar massa matahari.


Aku tak tahu berapa waktu evaporasi yang dibutuhkan untuk menghabiskan blackhole sebesar ini.
Yang jelas menurut para kosmologis, formulanya adalah



Nah, sekarang bayangkan kalau Galaksi Melky Way terdiri dari 200 milyar bintang (termasuk 1 matahari kita) dan telah menghisap seluruh bintangnya beserta planet2 dan benda langit langit lainnya, berapa massa blackhole itu? Berapa waktu dihabiskan untuk evaporasi blackhole itu?

Lalu Blackhole Gelembung Big Bang yang mempunyai trilyunan galaksi. akan menghisap seluruh benda yang ada di dalam Gelembung Big Bang

Dan Biang Blackhole yang merupakan cikal bakal neraka. Menghisap seluruh Ard dan Langit.

Entah berapa lama Neraka akan terevaporasi. Apakah 10 pangkat triliun tahun? Atau lebih?
Selain lama, Neraka juga pasti sangat-sangat panas. Dengan perbandingan massa matahari tadi, kalau blackhole dengan massa sama dengan massa matahari mempunyai panas 10^31 derajat Kelvin. Bayangkan blackhole yang lebih besar, Biang Blackhole. Hii pasti panas. Wong jalan di siang hari sudah panas, bagaimana di Neraka?


Lalu surga yang sejuk, yang proses evaporasinya jauh lebih lambat dari Neraka. Berapa lama Surga akan habis terevaporasi? Pasti saangatlah lama. Dan saat ini sulit dibayangkan lamanya. Kekal tapi tidak Maha Kekal.

.

Senin, 29 Desember 2008

'Evaporasi' Surga

Meskipun energi sejuk di Surga terlihat berada dalam keseimbangan, namun meskipun dalam proses yang sangat sangat sangat lambat, Energi Sejuk yang menghiasi surga juga akan mengalami “Evaporasi”. Proses ‘evaporasi’ terjadi melalui proses ‘pendinginan’. Sebuah pendinginan dan pembekuan yang sangat-sangat dingin.

Energi Sejuk di Surga secara perlahan bergerak keluar Surga. Zarah/partikel Sejuk yang berada dilapisan paling luar akan kehabisan Energi Sejuk. Namun karena ada pergerakan Energi Sejuk dari bagian dalamnya, maka Energi Sejuk dari bagian dalam itu akan menggantikan Energi Sejuk yang keluar. Demikian seterusnya, Energi Sejuk Zarah bagian yang lebih luar Surga akan tergantikan oleh Energi Sejuk Zarah di bagian dalam Surga. Sehingga Zarah bagian dalam Surga akan lebih dulu kehilangan Energi Sejuk dan tidak tergantikan. Zarah bagian dalam Surga akan mengalami pendinginan terlebih dahulu.

Hingga pada titik dingin tertentu, zarah tidak bergerak dan tidak bereaksi sama sekali terhadap zarah di sekitarnya. Zarah ‘mati’ ini akan terdorong oleh zarah ‘hidup’ keluar Surga dan ‘bersentuhan’ dengan Allah. Selanjutnya zarah mati beserta Energi Sejuk yang keluar Surga, akan mengalami Ubah Wujud, kembali menjadi Zat Allah.

Karena sensitivitas terhadap pendinginan, maka Ubah Wujud akan dialami terlebih dahulu oleh Ruh dan ilham Sejuk. Sehingga seluruh Ruh dan ilham akan kembali menjadi Zat Allah, dan Surga tinggal benda-benda mati tanpa makhluk hidup.

Selanjutnya seluruh Zarah Sejuk juga akan mengalami Ubah Wujud menjadi Zat Allah. Akhirnya seluruh Surga akan kembali menjadi Zat Allah. Seluruh kehidupan ini akan kembali kepada Allah.

“Sesungguhnya kami dari (milik) Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali”

2:156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"


.

'Evaporasi' Neraka

Sebagaimana sifat asal Blackhole, maka akan terjadi juga “Evaporasi” dari Neraka. Energi pembakaran Neraka semakin berkurang, sehingga sebagian Zarah/partikel Panas yang berada dibagian terluar Neraka akan mendingin dan berubah menjadi Zarah/partikel Sejuk. Selanjutnya Zarah/partikel Sejuk ini akan berbaur menjadi bagian dari Surga.

Demikian seterusnya, hingga dengan berjalannya waktu maka Neraka akan habis. Semua zarah/partikelnya akan menjadi Zarah/partikel Sejuk dan menjadi bagian dari Surga. Pada saat itulah semua yang ada adalah Surga.


.

Pasangan Ilham Terpisah

Dengan terpisahnya pasangan zarah panas dan zarah sejuk, membuat ilham juga terpisah. Ilham “TIDAK” yang mempunyai ‘aura panas akan terserap ke Neraka, sedangkan ilham “YA” yang mempunyai aura sejuk akan tersebar di Surga. Penyebaran ilham ini mempengaruhi pola penyebaran makhluk hidup dari Padang Masyhar ke Surga atau Neraka.

Ruh yang ditiupkan ke makhluk hidup di Padang Masyhar ada yang berasal dari Alam Ruh, dimana Ruh-ruh di alam ruh sudah menyerap ilham “YA” dan ilham “TIDAK” selama hidup di alam dunia. Ruh yang dominan ilham “YA” akan melepaskan seluruh ilham “TIDAK” yang dulu diserap. Ilham “TIDAK” yang terlepas akan tersebar ke Neraka dan Ruh beserta ilham “YA” akan tersebar di Surga. Sedangkan Ruh yang dominasi ilham “TIDAK” akan melepaskan ilham “YA” yang dulu diserap. Ilham “YA” yang terlepas akan tersebar ke Surga dan Ruh beserta ilham “TIDAK” akan tersebar di Neraka. Secara gamblang, Ruh yang banyak Pahala masuk Surga, Ruh yang banyak Dosa akan masuk Neraka.

Semakin banyak ilham “TIDAK” yang bersama Ruh, maka makhluk hidup itu akan terserap hingga bagian paling dalam dari Neraka. Sebaliknya, semakin banyak ilham “YA” yang bersama Ruh, maka makhluk hidup itu akan tersebar di bagian paling luar dari Surga.

Dari sekian banyak jenis makhluk yang pernah hidup di dunia, maka hanya makhluk yang mempunyai derajat kebebasan memilih yang sangat tinggi yang berpotensi untuk menyerap ilham “TIDAK” dalam jumlah banyak dan lebih banyak dari ilham “YA”. Makhluk yang mempunyai derajat kebebasan memilih yang tinggi itu adalah Manusia dari dimensi WRL dan Jin dari dimensi WRC.

Selain itu, semua makhluk hanya mempunyai derajat kebebasan memilih yang rendah. Kalaupun mereka menyerap ilham “TIDAK” maka dampaknya sangat-sangat kecil terhadap kehidupan. Bahkan makhluk yang bernama Malaikat, meskipun mempunyai kemampuan tinggi, namun kebebasan memilihnya rendah bahkan mendekati nol. Malaikat yang beraneka ragam itu, hanya dan hanya akan memilih ilham “YA” untuk tunduk patuh pada sunatullah atas alam semesta dan atas fitrah dirinya.

Ada Ruh yang belum pernah ditiupkan di ke dalam jasad makhluk hidup di alam dunia, dan masih di Alam Ruh. Ruh-ruh ini akan ditiupkan di jasad-jasad makhluk hidup di Padang Masyhar. Keberuntungan Ruh baru ini adalah bahwa pasangan ilhamnya telah terpisah, sehingga ia hanya ditemani ilham “YA”. Oleh karena itu Ruh-ruh ini akan berbaur di Surga. Ruh-ruh ini menempati jasad makhluk hidup yang bernama Bidadari.

Penciptaan Kembali Makhluk Hidup

Tidak adanya Arasy, menyebabkan Surga bersentuhan langsung dengan Allah. Sentuhan pertama menyebabkan zarah atau partikel bagian terluar Surga mengering seperti di sangray (digoreng tanpa minyak), menjadi butir-butir pasir. Begitu luasnya permukaan butir pasir itu, sehingga bagaikan ‘padang sangray pasir’. Selanjutnya ‘padang sangray pasir’ ini akan mendingin dan menjadi bagian dari Surga. Untuk sementara kita sebut saja dengan Padang Masyhar.

Kondisi Padang Masyhar’ yang penuh energi ini memenuhi syarat sebagai Rahim Alam terbesar dan satu-satunya pada saat itu. Di Rahim Alam inilah terbentuk sekaligus beraneka ragam makhluk hidup dalam jumlah yang sangat banyak. Makhluk-makhluk hidup ini ditiupkan kedalamnya Ruh-ruh, baik Ruh yang berasal dari Alam Kubur maupun Ruh dari Alam Ruh. Ruh di Alam Kubur adalah Ruh yang pernah menempati jasad makhluk hidup di alam dunia, sedangkan Ruh di Alam Ruh adalah yang belum pernah menempati jasad makhluk hidup di alam dunia.

Saat Padang Masyhar berbaur dengan Surga, makhluk-makhluk tersebut juga meluncur ke bawah dan tersebar ke Surga dan Neraka.

Neraka dan Surga

Biang Blackhole meneruskan pemampatannya. Karena tak ada lagi benda yang dihisap, maka pemampatan semakin meningkatkan suhu. Biang Blackhole menjadi kecil dan sangat-sangat kecil. Kandungan Blackhole yang hanya terdiri dari Zarah Panas menyebabkan pemampatan tersebut tidak menimbulkan energi ledakan. Ketika terjadi puncak pemampatan, tidak terjadi lagi ledakan seperti Biang Bang. Tetapi Biang Blackhole tersebut akan menyala, seperti Api. Dan menjadi Neraka.

Benda-benda yang terbentuk didalam Biang Blackhole merupakan benda-benda sangat panas. Karena ada Air yang terhisap atau terbentuk kembali di dalam Biang Blackhole. Maka penciptaan Makhluk Hidup dimulai kembali, sehingga ada kehidupan di Biang Blackhole.

Diluar Biang Blackhole, Zarah-zarahdan partikel-partikel sejuk saling berinteraksi membentuk benda-benda sejuk. Pembentukan benda-benda sejuk dimulai dari bagian yang dekat dengan Biang Blackhole dan diteruskan ke bagian terluar. Air-air yang ada disekitarnya, sebagian akan membantu penciptaan kembali Makhluk Hidup, dan sebagian akan tetap menjadi Air yang bergerak di seantero alam semesta. Seperti sungai yang melayang-layang. Inilah Surga yang luasnya seluas bekas areal Ard dan Langit

dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, (QS 81:11-13)

9:89. Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.


3:133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,


.

Akhir Masa Dunia

Dengan pendekatan sama, Biang Blackhole bersifat mirip Blackhole kecil. Hanya saja proses pemampatannya yang luar biasa, menyebabkan gas buangannya bersifat halus. Boleh dikata sebesar zarah.

Setiap benda yang masuk ke dalam Biang Blackhole, baik itu Big Blackhole maupun Gelembung Big Bang atau benda lepas lainnya, akan diurai dan dimampatkan berulangkali dengan kecepatan dan gaya yang tinggi. Hingga akhirnya terurai menjadi zarah-zarah.
Ada dua jenis zarah hasil uraian, yaitu zarah penyimpan panas (Zarah Panas) dan zarah penolak panas (Zarah Sejuk). Biang Blackhole akan menahan Zarah Panas dan akan membuang Zarah Sejuk. Selanjutnya Zarah Sejuk ini tidak terhisap kembali oleh Biang Blackhole sehingga beredar banyak diluar Biang Blackhole.


Saat Ard dan Langit tersedot Biang Blackhole, Lapisan Air dan Arasy kehilangan penopang. Karena pada saat itu satu-satunya energi yang besar di alam semesta ini adalah energi Biang Blackhole, maka Air dan Arasy ikut terhidap Blackhole. Hanya saja, sebagai zat informatif, Air mempunyai kesempatan untuk mentransformasi menjadi Air yang bersifat menolak Panas atau bersifat seperti Zarah Sejuk. Dengan demikian tidak semua Air terhisap ke Biang Blackhole.

.
Pada akhir periode Penghisapan, alam semesta akan terdiri dari dua bagian, yaitu Blackhole yang berisi Zarah Panas dan selebihnya adalah Zarah Sejuk yang bercampur dengan Air Sejuk. Karena ada dampak hisapan Biang Blackhole maka ukuran Alam Semesta akan mengerut sedikit. Yang tadinya seluas Ard, Langit, Air dan Arasy, sekarang luasnya kira-kira hanya seluas Ard dan Langit saja.

Dinamika Blackhole

Saat menghisap benda-benda disekitarnya, Blackhole bagaikan sebuah mesin jet di pesawat terbang, yang menghisap udara di depannya dan membuang gas buang (emisi) ke belakang. Blackhole menghisap benda di sekitarnya dalam bidang cakram, dan melontarkan anti-partikel keluar (Hawking Radiation)





Berdasarkan hukum fisika, dengan meningkatnya gaya gravitasi maka dimensi waktu menjadi melebar, artinya dimensi waktu secara relatif menjadi lebih lambat. Di pusat black hole, besaran gravitasinya tidak terhingga sehingga dimensi waktu menjadi tak terhingga. Kondisi inilah yang disebut dengan kondisi singularity.

Kemasifan black hole yang sangat tinggi ini menyebabkan temperatur di dalamnya sangat tinggi. Black hole dengan massa sebesar matahari kita, diperkirakan mempunyai suhu sebesar 1031 OK. Setara dengan 1,000,000,000,000,000,000,000,000. atau 10 pangkat 24 kali panas matahari.

Selain menghisap dan melemparkan anti partikel keluar, para ahli fisika menghitung adanya aktivitas evaporasi (penguapan) dari Black Hole. Evaporasi ini berjalan sangat lambat yang berarti secara perlahan akan mengurangi ‘isi’ Black Hole. Untuk sebuah black hole dengan massa sebesar matahari kita, proses terjadinya evaporasi akan menamatkan riwayatnya dalam waktu 10^67 (sepuluh pangkat enam puluh tujuh) tahun.

.

Bagai Mawar Merah

Hisapan Biang Blackhole sangat kuat. Semakin banyak menghisap, Biang Blackhole akan semakin besar dan hisapannya akan semakin kuat. Begitu kuatnya sehingga lapisan-lapisan Langitpun ikut tersedot. Lapisan Air dan Arasypun ikut tertarik dan melebur. Namun tidak semua ikut terhidap Biang blackhole, karena ada lontaran-lontaran. Air

Yang menarik, kejadian penghisapan atau kehancuran Ard dan Langit, atau kematian makhluk-makhluk hidup didalamnya, tersedotnya lapisan-lapisan Ard dan Langit, digambarkan indah bagaikan bunga mawar merah.


“Maka apabila langit telah terbelah, maka dia menjadi mawar merah seperti minyak (berkilauan)” (QS 55:37)




.

Periode Penghisapan

Masa Pendinginan dan Kehidupan Makhluk hidup terus berlangsung. Secara keseluruhan, saat ini masih ada sisa daya lontar dari ledakan Biang Bang. Ard dan Langit masih bergerak keluar, alam semesta masih mengembang walau dengan kecepatan yang semakin lambat.

Daya dorong ledakan akan makin sedikit dan akan habis, sehingga Ard dan Langit berhenti mengembang. Disisi lain Biang Blackhole semakin membesar karena telah menghisap benda-benda disekitarnya. Kemudian mulailah periode Pengerutan atau Penghisapan. Untuk seluruh Alam semesta kita sebut Biang Crunch.

Kejadiaannya merupakan kebalikan dari proses pembentukan Ard dan Langit. Blackhole yang kecil menghisap sekitarnya. Blackhole lebih besar dan blackhole galaksi menghisap bintang-bintang dan blackhole kecil disekitarnya. Blackhole Gelembung Big Bang menghisap galaksi dan Blackhole galaksi. Blackhole Gelembung Big Bang menghisap Gelembung Big bang dan Black hole sekitarnya, dan seterusnya hingga akhirnya semua akan terhisap ke Biang Blackhole.

21:104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.

Bagaimana dengan planet bumi tempat tinggal kita?
Matahari akan kehabisan energi sekitar 6 milyar tahun kedepan. Galaksi kita (Melky Way) akan bersenggolan dengan Galaksi Andromeda dalam 2 milyar tahun kedepan. Blackhole di pusat Galaksi Melky Way masih membutuhkan belasan milyar tahun lagi untuk melebarkan daerah hisapan sampai matahari.

Al Quran mengisyaratkan bahwa matahari akan digulung oleh Blackhole terdekat, sebelum matahari itu mati. Dan planet bumi juga akan terhisap, dimana gunung-gunungnya akan terhisap dan beterbangan meninggalkan bumi.

81:1. Apabila matahari digulung,
101:5. dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.


.

Enam Masa Penciptaan

Al Quran menyatakan bahwa Ard dan Langit yang ada saat ini diciptakan dalam enam masa.

7:54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

10:3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

11:7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

25:59. Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.

32:4. Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

50:38. Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan.

57:4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


Berdasarkan uraian diatas, maka aku berhipotesa bahwa enam masa tersebut adalah:
1. Penciptaan Lauh Mahfuz
2. Ubah wujud Bola Semesta Zarah
3. Pembentukan PEP
4. Biang Bang
5. Pendinginan
6. Penciptaan Makhluk hidup


.

Minggu, 28 Desember 2008

Teori Evokreasi

Penciptaan jenis-jenis makhluk hidup di alam semesta ini terjadi secara bertahap. Di planet bumi saja begitu banyak kita menemui keanekaragaman hayati. Diantara keaneka ragaman itu terdapat kemiripan-kemiripan rancangan, sehingga muncullah teori Evolusi, yang dalam bahasa gamblangnya diterjemahkan bahwa manusia berasal dari monyet yang berevolusi. Sementara para religius bertahan dengan teori Kreasi yang menyatakan setiap makhluk diciptakan langsung oleh Tuhan, tanpa terkait makhluk hidup lainnya.

Disinilah muncul teoriku, yaitu Teori Evokreasi. Bahwa penciptaan makhluk hidup memang secara evolusi dan evolusi itu terjadi dalam proses penciptaan Sulalat oleh Lauh Mahfuz. Untuk selanjutnya diciptakan secara terpisah di Rahim Alam masing-masing.

Perumpamaannya adalah seperti handphone canggih saat ini dengan feature yang lengkap. Ada fungsi telekomunikasi, fungsi walkman, fungsi radio, fungsi camera foto, fungsi handycam, fungsi TV, fungsi internet, fungsi komputer, fungsi GPS, dan beragam fungsi lainnya. Semua ada dalam satu benda digenggaman tangan.

Handphone canggih tersebut bukan berasal dari telepon rumah yang berubah menjadi handphone. Bukan juga berasal dari TV tabung hitam putih yang tiba-tiba berubah menjadi handphone. Tetapi handphone tersebut merupakan hasil Evolusi dari Kreasi manusia ber-milenium tahun lamanya. Dirancang ide dan blue-printnya, lalu disediakan dulu pabriknya, lalu dengan bahan-bahan yang ada diproduksilah handphone tersebut. Dan handphone itu tidak bisa diproduksi di pabrik sepatu.

Otak manusia jaman Adam, Mesir, Romawi, Majapahit hingga zaman sekarang adalah sama. Namun manusia jaman Romawi tidak bisa membuat handphone canggih ini. Dibutuhkan kreasi-kreasi dasar dan dari kreasi-kreasi dasar inilah muncul ide untuk kreasi-kreasi lanjutan. Begitu seterusnya, muncul kreasi-kreasi lanjutan yang bertingkat-tingkat dan semakin kompleks.

Begitulah, khusus di planet Bumi, penciptaan Adam berasal dari sulalat manusia bukan dari monyet. Tetapi ide sulalat manusia muncul setelah terciptanya monyet dan makhluk hidup lain. Sehingga Sulalat manusia adalah penyempurnaan dari sulalat monyet dan makhluk hidup lainnya. Perkembangan dari ide-ide Lauh Mahfuz terlihat dari Garis Evolusi Sulalat/Genetika atau dalam istilah ilmu modernnya adalah Pohon Kehidupan Pilogenetik




.

Regenerasi Makhluk Hidup

Rancangan Sulalat memungkinkan makhluk hidup yang sudah tercipta dapat membuat makhluk hidup baru, tanpa menunggu adanya gejolak alam atau Rahim Alam. Makhluk hidup yang tercipta melalui Rahim Alam, juga mengandung Sulalat atau kromosom yang mengandung kode genetik. Kemudian dalam jasad makhluk hidup juga dibekali dengan ‘rahim sendiri’. Dengan demikian makhluk hidup mampu melahirkan keturunan, berkembang biak atau regenerasi.

Cara regenerasi makhluk hidup beraneka ragam. Untuk makhluk hidup di bumi saja ada yang dengan cara membelah diri, kawin sendiri (hermaprodit), bertelur dan mengandung/hamil.

Untuk manusia, ada 4 proses penciptaan manusia, yaitu penciptaan Adam langsung dari sulalat, penciptaan Hawa dari re-kreasi sulalat Adam, penciptaan Isa dengan self-kreasi sulalat dan penciptaan manusia lainnya dengan penggabungan sulalat. Semuanya bersumber dari Sulalat. Berikut adalah perbandingan proses penciptaan Adam, penciptaan manusia umumnya menurut Al Quran dan ilmu modern. Semuanya bersumber dari Sulalat. Berikut adalah perbandingan proses penciptaan Adam, penciptaan manusia umumnya menurut Al Quran dan ilmu modern.


Kelompok Makhluk Hidup

Dengan adanya multidimensi alam semesta dan kemampuan Air untuk berada di semua dimensi, maka disetiap dimensi ada makhluk hidup. Jadi makhluk hidup yang tercipta di alam semesta ini dapat dikelompokkan :

1. Makhluk hidup di WRC Langit, seperti Malaikat dan dunianya, kita sebut saja Dunia Terbang Zarah Putih

2. Makhluk hidup di WRC Ard, seperti Jin dan dunianya, kita sebut saja Dunia Terbang Zarah Hitam

3. Makhluk hidup di WRL Langit, seperti makhluk melata di Langit, kita sebut Dunia Melata Anti-materi

4. Makhluk hidup di WRL Ard, seperti manusia dan dunianya, kita sebut Dunia Melata Materi


.

Penciptaan Makhluk Hidup

Setelah Dunia Ruh tercipta melalui Ubah Wujud kedua, maka makhluk hidup sudah mulai dapat diciptakan, sesuai dengan informasi Kreasi Sulalat/Genetik dari Lauh Mahfuzh. Yang dibutuhkan pertama kali adalah lokasi yang memungkinkan penciptaan makhluk hidup. Pada lokasi tertentu hanya bisa diciptakan makhluk hidup tertentu. Lokasi itu pada umumnya mempunyai bahan yang memadai, ada Air dalam jumlah cukup, dan ada Energi dalam jumlah cukup. Energi yang cukup diperoleh pada kondisi terjadi ‘gejolak alam’. Kita sebut saja lokasi itu sebagai Rahim Alam.
Pada lokasi tersebut mulailah diciptakan Sulalat atau kromosom yang mengandung kode genetik. Selanjutnya dengan energi yang ada setiap bahan yang ada akan bereaksi membentuk jasad makhluk hidup sesuai Sulalat. Sesuai rancangan sulalat, maka akan tercipta pasangan dari jasad makhluk hidup, sehingga terbentuklah sepasang makhluk hidup.
Saat gejolak alam mereda, maka terjadilah proses pendinginan jasad makhluk hidup. Jasad yang telah dingin mulai menunjukkan aktivitas tubuh. Saat bagian otak sudah mulai terbentuk dan mulai membutuhkan keputusan-keputusan, maka saat itulah Ruh ditiupkan ke jasad makhluk hidup. Setelah makhluk hidup sudah lengkap sesuai Sulalat, maka berakhirlah periode Rahim Alam. Dan terciptalah satu jenis makhluk hidup.

Sesuai dengan persyaratan yang ada, terutama faktor Air, maka penciptaan makhluk hidup pertama di alam semesta terjadi di Langit. Dan sesuai dengan kemudahan ketersediaan bahan, maka makhluk hidup pertama yang tercipta adalah makhluk-makhluk yang terbang. Terbang dalam arti kata tidak terikat oleh gravitasi bintang atau planet. Dari sudut energi maka makhluk hidup pertama adalah yang berada di WRC. Jadi makhluk hidup pertama di alam semesta tercipta bahan terbang di WRC Langit.

Selanjutnya terbentuk makhluk-makhluk hidup di perbatasan Langit dan Ard, kemudian di Ard. Juga terbentuk makhluk hidup di WRL dan makhluk hidup di bintang dan planet. Semua sesuai dengan kondisi dan kesempatan ketersediaan Air, energi dan bahan.

Dalam Al Quran, makhluk hidup yang terikat oleh gravitasi disebut sebagai binatang melata, artinya tidak bisa terbang melepaskan diri dari gravitasi tempat tinggalnya, baik bintang maupun planet. Burung-burung di planet bumi, walaupun bisa terbang tapi masih terikat oleh gravitasi bumi. Artinya terbangnya adalah membuat gaya terhadap gravitasi.

42:29. Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) -Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Manusia tidak bisa terbang dan terpengaruh gravitasi, sehingga termasuk makhluk melata. Tetapi dengan kemampuan akalnya, manusia dapat memanfaatkan benda-benda disekitarnya untuk membebaskan diri dari gravitasi bumi, dan keluar dari planet bumi. Jadi manusia adalah makhluk melata yang cerdas.

.

Ketidak-seimbangan Ilham

Dengan adanya ilham yang terserap di dalam Jiwa dan ilham yang tertahan di alam kubur, maka keseimbangan ilham di alam semesta akan berubah. Kalau memperhatikan bahwa di awal Jiwa menempati jasad makhluk hidup sudah bersaksi mengenai Tuhannya, maka dia telah menyerap begitu banyak ilham “YA” dan membuang begitu banyak ilham “TIDAK”. Dan kalau memperhatikan bahwa alam semesta dan seisinya, dalam menjalani kehidupannya, tunduk kepada Allah, maka banyak ilham “YA” yang diserap dan banyak ilham “TIDAK” yang tertahan di alam kubur. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ilham dimana ilham “YA” akan dijumpai jauh lebih banyak dibanding ilham “TIDAK”.

Saat jasad makhluk hidup itu mati, dan Jiwa di bawa ke alam kubur, ilham-ilham yang sudah diserap Jiwa akan tetap berada dalam Jiwa dan terbawa ke alam kubur. Hal ini menunjukkan bahwa secara individu Ruh/Jiwa akan memberi keseimbangan pasangan ilham di alam semesta. Karena jumlah ilham “YA” dan “TIDAK” yang dilempar ke alam semesta, sama dengan yang ditarik lagi ke alam kubur.

Dengan demikian, selama masih berlimpah makhluk hidup di Ard dan Langit, maka terjadi pergerakan keseimbangan ilham, dan secara keseluruhan jumlah ilham “YA” akan dijumpai jauh lebih banyak cinta dibanding ilham “TIDAK”.

Keseimbangan ini berpengaruh bagi alam semesta, karena ilham yang terserap di dalam Jiwa, tetap bersikap proaktif memberi bisikan, sedangkan ilham yang sudah tertahan di alam kubur tidak dapat memberi bisikan. Apalagi dalam kehidupan ini terjadi interaksi antara Jiwa. Artinya Jiwa yang banyak menyerap ilham “YA” akan membisikkan “YA” kepada Jiwa yang lainnya.

.