Selasa, 16 September 2008

Lapisan Bola Semesta Zarah

Ketidakseimbangan energi menimbulkan dinamika dan membawa BoSZa pada fase kedua, dimana :

Konsentrasi energi di EBUW bersifat menarik dan memampatkan zarah yang ada di dekatnya. Karena terpusat, sifat EBUW bagaikan blackhole. Tetapi karena berawal dari kumpulan energi maka EBUW cenderung berwarna putih. Ide ini merupakan interpretasi ayat berikut :

21:104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.


Konsentrasi energi di ETUW bersifat menarik dan membakar zarah yang ada di dekatnya. Karena terletak menyebar, sifat ETUW jadi seperti wajan penggorengan yang panas.

Kombinasi kedua konsentrasi energi tersebut menyebabkan BoSZa terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu;



  1. Lapisan zarah bagian luar BoSZa yang masuk ke dalam jangkauan pembakaran ETUW. Zarah bagian luar ini akan cenderung membentuk molekul yang keras dan membentuk lapisan kerak zarah. Kita sebut saja LET (Lapisan ETUW).

  2. Lapisan zarah di bagian dalam dan berada dalam jangkauan hisapan EBUW. Zarah bagian dalam ini cenderung membentuk molekul yang ringan seperti asap. Namun zarah yang sudah terhisap EBUW membentuk molekul yang super masive. Kita sebut sebagai LEB (Lapisan EBUW)

  3. Sedangkan zarah yang diluar jangkauan EBUW dan ETUW berada dalam kondisi yang lebih dingin sehingga melanjutkan proses sendiri. Dengan energi yang ada, zarah yang berdekatan dengan LET akan cenderung membentuk molekul sederhana unsur Hidrogen (H). Sedangkan zarah yang lebih dekat ke LEB akan cenderung membentuk molekul sederhana Oksigen (O). Kita sebut LOH (Lapisan Oksigen-Hidrogen)


Gambaran BoSza pada fase kedua terlihat sebagai berikut :





.

Tidak ada komentar: