Minggu, 28 Desember 2008

Penciptaan Makhluk Hidup

Setelah Dunia Ruh tercipta melalui Ubah Wujud kedua, maka makhluk hidup sudah mulai dapat diciptakan, sesuai dengan informasi Kreasi Sulalat/Genetik dari Lauh Mahfuzh. Yang dibutuhkan pertama kali adalah lokasi yang memungkinkan penciptaan makhluk hidup. Pada lokasi tertentu hanya bisa diciptakan makhluk hidup tertentu. Lokasi itu pada umumnya mempunyai bahan yang memadai, ada Air dalam jumlah cukup, dan ada Energi dalam jumlah cukup. Energi yang cukup diperoleh pada kondisi terjadi ‘gejolak alam’. Kita sebut saja lokasi itu sebagai Rahim Alam.
Pada lokasi tersebut mulailah diciptakan Sulalat atau kromosom yang mengandung kode genetik. Selanjutnya dengan energi yang ada setiap bahan yang ada akan bereaksi membentuk jasad makhluk hidup sesuai Sulalat. Sesuai rancangan sulalat, maka akan tercipta pasangan dari jasad makhluk hidup, sehingga terbentuklah sepasang makhluk hidup.
Saat gejolak alam mereda, maka terjadilah proses pendinginan jasad makhluk hidup. Jasad yang telah dingin mulai menunjukkan aktivitas tubuh. Saat bagian otak sudah mulai terbentuk dan mulai membutuhkan keputusan-keputusan, maka saat itulah Ruh ditiupkan ke jasad makhluk hidup. Setelah makhluk hidup sudah lengkap sesuai Sulalat, maka berakhirlah periode Rahim Alam. Dan terciptalah satu jenis makhluk hidup.

Sesuai dengan persyaratan yang ada, terutama faktor Air, maka penciptaan makhluk hidup pertama di alam semesta terjadi di Langit. Dan sesuai dengan kemudahan ketersediaan bahan, maka makhluk hidup pertama yang tercipta adalah makhluk-makhluk yang terbang. Terbang dalam arti kata tidak terikat oleh gravitasi bintang atau planet. Dari sudut energi maka makhluk hidup pertama adalah yang berada di WRC. Jadi makhluk hidup pertama di alam semesta tercipta bahan terbang di WRC Langit.

Selanjutnya terbentuk makhluk-makhluk hidup di perbatasan Langit dan Ard, kemudian di Ard. Juga terbentuk makhluk hidup di WRL dan makhluk hidup di bintang dan planet. Semua sesuai dengan kondisi dan kesempatan ketersediaan Air, energi dan bahan.

Dalam Al Quran, makhluk hidup yang terikat oleh gravitasi disebut sebagai binatang melata, artinya tidak bisa terbang melepaskan diri dari gravitasi tempat tinggalnya, baik bintang maupun planet. Burung-burung di planet bumi, walaupun bisa terbang tapi masih terikat oleh gravitasi bumi. Artinya terbangnya adalah membuat gaya terhadap gravitasi.

42:29. Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) -Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Manusia tidak bisa terbang dan terpengaruh gravitasi, sehingga termasuk makhluk melata. Tetapi dengan kemampuan akalnya, manusia dapat memanfaatkan benda-benda disekitarnya untuk membebaskan diri dari gravitasi bumi, dan keluar dari planet bumi. Jadi manusia adalah makhluk melata yang cerdas.

.

Tidak ada komentar: