Minggu, 28 Desember 2008

Wahyu dan Setan

Saat proses Ubah Wujud kedua, selain tercipta Ruh-ruh, juga tercipta pasangan ILHAM yang mendampingi setiap Ruh, yaitu ilham “YA” dan ilham “TIDAK”. Ilham “YA” merupakan ilham dengan Aura Sejuk yang mengakui tentang Ke Maha Esa an Allah dan tunduk terhadap skenario nikmat alam semesta yang telah ditetapkan Allah. Sedangkan Ilham “TIDAK” merupakan ilham dengan Aura Panas yang tidak mengakui Kemahaesaan Allah dan tidak tunduk terhadap skenario nikmat alam semesta yang telah ditetapkan Allah.

Saat Ruh ditiupkan ke dalam jasad makhluk hidup, maka setiap Ruh/Jiwa tersebut didampingi oleh pasangan Ilham tersebut dalam jumlah yang berlimpah. Pasangan ilham tersebut akan selalu proaktif menyampaikan pendapat/bisikan kepada Ruh. Karena melekat pada Ruh, maka pendapat/bisikan pasangan ilham ini tidak dapat dihindari oleh Ruh. Semakin tinggi derajat kebebasan memilih suatu makhluk, maka makin kompleks alternatif-alternatif yang muncul, makin agresif ilham “YA” dan ilham “TIDAK”, dan makin tinggi daya/kemampuan Ruh menganalisa alternatif-alternatif.

91:8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
91:9. sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
91:10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Menjelang Ruh ditiupkan ke dalam jasad makhluk hidup, Ruh/Jiwa tersebut dibekali dengan penekanan ilham “YA” yang paling mendasar, yaitu tentang Tuhannya.

7:172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",


Dalam perjalanan kehidupan, ilham “YA” meliputi semua bisikan untuk tunduk.

7:54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

55:6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

2:131. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

30:26. Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.


Misalnya, bila aturan semesta adalah “mengambil haknya”, maka ilham “YA” membisikkan untuk tunduk “mengambil haknya”. Sedangkan ilham “TIDAK” akan membisikkan untuk tidak tunduk, yaitu “tidak/takut mengambil haknya” atau “mengambil yang bukan haknya”. Jadi menipu, mencuri, korupsi dan sejenisnya menunjukkan bahwa Ruh memutuskan untuk sepaham dengan bisikan ilham “TIDAK”

.

Tidak ada komentar: