Sabtu, 27 Desember 2008

Penciptaan Ruh

Hasil Biang Bang dan alam semesta masih berupa benda mati yang terbentuk dari kumpulan-kumpulan zarah. Benda mati bergerak dinamis atas dasar energi-energi yang ada. Bersikap pasif dan reaktif. Tak ada benda mati yang bisa bersikap aktif dan memilih begitu banyak alternatif-alternatif. Dibutuhkan suatu zat yang mampu secara aktif menangkap dan melepas energi zarah. Yang secara aktif mampu membelokkan energi zarah ke arah yang diinginkan. Zat itu adalah Ruh.

Karena Ruh belum tercipta saat proses Ubah Wujud pertama, maka terjadilah proses Ubah Wujud Zat Allah menjadi Ruh yang jumlahnya sangat banyak. Letaknya ‘menempel’ dengan Zat Allah. Ruh ini siap ditiupkan ke jasad makhluk hidup yang membutuhkan keputusan atas pilihan-pilihan yang ada.

Apabila terbentuk makhluk hidup, baik pada prosespenciptaan pertama maupun regenerasi, maka ketika bagian informasi membutuhkan respon, analisis dan keputusan, ditiupkan Ruh kepada makhluk hidup tersebut.

Ruh yang belum dan sedang menunggu giliran untuk menempati jasad makhluk hidup berada di area yang disebut Alam Ruh. Sedangkan Ruh yang telah mempunyai tempat di jasad makhluk hidup disebut Jiwa, dan pada saat jasad dalam kondisi tidur, atau sudah mati, Jiwa/Ruh akan kembali ‘menempel’ dengan Zat Allah di area yang disebut Alam Kubur.

32:9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

39:42. Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.

Dimensi Ruh terbebas dari dimensi Waktu-Ruang-Energi yang melekat pada zarah. Namun disaat ditiupkan ke suatu makhluk hidup dimensi dari makhluk itu ‘mengikat’ Ruh/Jiwa. Dimensi selanjutnya tentang Ruh sulit untuk dipahami.

17:85. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".


Ada banyak jenis ruh sesuai jenis makhluk hidup. Ada juga ruh yang tidak turun semasa alam galaksi ini, tetapi akan menjadi penghuni surga, yaitu ruh para bidadari.

.

Tidak ada komentar: